“ biarkan aku pergi!” pinta Jiwon, masih mengatur nafasnya. Dia berada di ruang kerja neneknya, wajahnya pucat dengan keringat dingin yang mengalir di dahinya “ aku mohon nek, untuk kali ini biarkan aku pergi!”
“ jangan menyuruhku!” kata neneknya melihat Jiwon “ kau pikir apa yang sudah kau lakukan? Hidup di tempat seperti itu, menjijikkan! Kau bahkan tidak mengacuhkan setiap kata-kataku! Apa aku salah jika aku ingin kau hidup baik!” marah neneknya
Jiwon menyeringai kecil “ apa aku juga salah jika aku ingin bertemu dengan eommaku? Apa aku salah jika aku ingin bertemu dengannya? Membawanya pulang dan hidup bersamaku?” tanya jiwon hampir berteriak
Mrs. Jung melihat jiwon geram “ eomma? Eomma kau bilang!!! Kau sudah melihatnya bukan, dia lelaki!! Dia tidak pantas berada disini dan menjadi bagian dari keluaga ini!!”
“ tidak, bukan nenek yang berhak memutuskan dia pantas atau tidak. Dia sudah menjadi bagian dari keluarga jung. Dia eommaku dan tidak ada yang bisa mengingkari fakta itu!!”
“DIAM!!” teriak Mrs. Jung “ dia tidak pantas berada disini, memandangnya saja aku sudah tidak mau. Dia bukan berasal dari kalangan terhormat apalagi dia seorang namja. Dan appamu jatuh cinta padanya, menikah dengannya tanpa sepengetahuanku. Tidak akan aku membiarkannya menginjakkan kaki di rumahku ini!!!” katanya geram
Jiwon menutup matanya, mencoba mengendalikan pikirannya “ a-aku mohon nek! Aku ingin bertemu eommaku!!”
“ sudah kubilang diam! Tidak ada pembicaraan tentang ini lagi dan kau mulai sekarang lakukan apa yang kusuruh padamu!” bentak neneknya lagi
Jiwon hanya menghela nafas, mengeryap merasakan pandangannya sudah kabur. Kepalanya terasa berat. Pandangan matanya hitam, dan sejurus kemudian dia jatuh ke atas karpet membuat Mrs. Jung terkejut
“ Jiwon... Jiwon bangun! Apa yang kau lakukan, Jiwon!!” panggil Mrs. Jung mengguncang tubuh Jiwon dengan raut muka khawatir “ pak Jang!!” panggilnya,
Sesosok lelaki tinggi tegap berjalan masuk, dia langsung berjalan menghampiri Mrs. Jung yang berjongkok di sebelah Jiwon.
“ cepat, bawa Jiwon ke rumah sakit cepat!”
“ iya nyonya!”
--
“ apa kau bilang?” tanya Mrs. Jung, wajahnya pucat setelah mendengar penjelasan dari dokter Han yang ada di depannya. Dia tidak percaya ini
“ sudah semenjak setahun yang lalu setelah Jiwon mengetahui keadaannya, dan sekarang kankernya sudah memasuki stadium akhir. Bahkan pandangannya sudah akan kabur sekarang, kankernya sudah menyebar ke otaknya dan bagian penglihatanlah yang pertama akan terganggu.” Jelas dokter Han
“ aku sudah menyuruhnya untuk check up dan melakukan perawatan, tapi dia membantah dan mengatakan dia tidak ingin hidup dalam ketakutan, dan inilah yang terjadi sekarang. Jiwon harus tinggal disini!”
Mrs. Jung keluar dari ruangan dokter Han, menutupi mulutnya dengan buku-buku tangannya. Selama ini, usahanya untuk melindungi Jiwon ternyata berbuah pahit. Dia bahkan tidak tahu apapun tentang ini dan tentang penyakit yang di idap cucunya itu.
Mrs. Jung berdiri di depan pintu kamar Jiwon, melihat Jiwon yang terduduk di ranjangnya memandang ke arah luar jendela. Dia tidak percaya apa yang sudah dilakukannya pada Jiwon selama ini. Masihkah dia punya malu untuk bertemu dengan Jiwon?
Jiwon menoleh melihat neneknya yang berjalan masuk. Tatapannya kosong ketika dia melihat Mrs. Jung.
“ dokter sudah memberitahu nenek?” tanya Jiwon pelan, Mrs. Jung tidak mengatakan apa-apa dan hanya melihat Jiwon “ aku ingin pulang nek! Aku benci tempat ini!” pinta Jiwon
“ tapi dokter bilang kau harus tinggal disini, kau harus menjalani perawatanmu.” Kata Mrs. Jung
“ aku bisa dirawat di rumah kan nek? Aku tidak menyukai tempat ini, ini mengingatkanku pada papa!” jawab Jiwon “ aku mau pulang!” pintanya lagi
Mrs. Jung mengangguk “ baiklah, akan nenek bicarakan pada dokter Han setelah ini.”
--
Mrs. Jung masuk ke dalam kamar Jiwon, diikuti oleh pelayan yang membantunya membawa tray makanan untuk Jiwon. Wajahnya pucat, dan tubuhnya semakin kurus. Jiwon tersenyum lemah melihat neneknya masuk.
“ omo, lihat cucu nenek cantik sekali!” puji Mrs. Jung, Jiwon tersenyum lemah
“ semua orang yang sakit pasti akan jadi cantik kan nek?” tanya Jiwon
“ tentu saja tidak, cucuku yang paling cantik! Ayo kau harus makan dulu!” kata Mrs. Jung dan mulai menyuapi Jiwon.
“ nek!” panggil Jiwon setelah beberapa saat
“ iya?” respon Mrs. Jung
“ bolehkah aku bertemu dengan eommaku?” tanya Jiwon, kali ini lebih lembut daripada biasanya “ aku sudah bertemu dengannya, dan aku ingin melihatnya lagi sebelum aku pergi bertemu dengan papa. Apakah nenek tau kalau aku punya saudara kembar? Namanya Changmin, dia tampan sekali. Orang-orang bilang kami terlihat sangat mirip satu sama lain, nenek pernah bertemu dengannya. Dulu waktu kejadian di butik, selama ini aku tinggal bersamanya.” Kata Jiwon melihat ke arah mrs. Jung
“ bisakah nenek menurunkan gengsi dan obsesi nenek pada keluarga terhormat hanya untuk sesaat dan membiarkan aku bertemu dengan eommaku?” tanya Jiwon “ hanya itu yang aku mau, aku mau setidaknya aku akan tersenyum dan bercerita kepada papa tentang eomma dan changmin. Tiak bisakah nenek mengabulkan keinginanku yang itu?” tanya Jiwon,
Mrs. Jung ingin sekali menangis mendengar Jiwon mengatakan itu, hanya saja dia tidak sanggup untuk mengangis di depan Jiwon.
“ sudah malam, kau istirahat saja!” suruh Mrs. Jung pada Jiwon
“ aku mohon nek!” pinta Jiwon lagi melihatnya
“ kau terlalu banyak bicara, cepat tidur!”
“ aku berjanji aku tidak akan menyalahkan nenek atas semuanya, aku tau nenek menyayangiku. Aku juga berjanji akan jadi anak baik setelah ini, aku tidak mau papa memarahiku nantinya, tolonglah nek!”
“ Jung Jiwon! Kau tidak mendengar nenekmu ini? Cepat tidur!” bentak Mrs. Jung dan segera meninggalkan kamar Jiwon, menutup pintunya dan segera menumpahkan airmata yang sedari tadi ditahannya.
Dia marah kepada dirinya sendiri yang tidak bisa menahan gengsinya dan membiarkan cucunya bahagia. Dia begitu marah pada dirinya sendiri sampai tidak tau apa yang harus dia lakukan.
“ nyonya, anda tidak apa-apa?” tanya pak Jang
“ siapkan mobil, bawa aku menemui jaejoong sekarang!” suruh Mrs. Jung
“ baik nyonya!”
--
Mrs. Jung duduk di depan changmin dan jaejoong di dalam apartemen milik changmin, wajahnya tertunduk malu atas semua perbuatan yang telah dilakukannya dulu pada jaejoong. Memisahkan jaejoong dari anaknya Yunho.
“ apakah Jiwon nuna baik-baik saja?” tanya changmin memecah kebuntuan
Mrs. Jung mendongak menatapnya. Dilihatnya lelaki muda itu yang memang benar mirip dengan Jiwon “ mm, dia sedang istirahat sekarang!” jawab Mrs. Jung
“ aku minta maaf atas semua kesalahanku, aku tau kalian tidak akan memaafkanku dengan mudah. Terutama kau jaejoong, aku mohon demi Jiwon pulanglah bersamaku. Kalian berdua tinggallah bersamaku! Aku tidak bisa menolak keinginannya untuk bertemu dengan kalian, jadi aku mohon, sebenci apapun kalian padaku tolong lupakanlah sejenak dan ikutlah bersamaku! Jiwon membutuhkan kalian!” pinta Mrs. Jung menitihkan air mata
“ eomonim, tolong jangan lakukan ini!” pinta jaejoong memohon supaya Mrs. Jung tidak membungkuk di hadapannya
“ tidak, aku bersalah pada kalian, aku mohon pulanglah bersamaku!” pintanya lagi, jaejoong melihat ke arah changmin.
“ baiklah, eomma kita akan ikut bersamanya!” jawab Changmin
Mrs. Jung mendongak, tersenyum senang melihat Changmin.
“ terima kasih!!” gumamnya
--
Junsu berlari masuk ke dalam rumah Mrs. Jung malam itu. Dia lari ke kamar dimana Jiwon di rawat dan menemukan dua orang pengawal ada di sana, berdiri menjaga pintu kamar Jiwon.
“ apakah Jiwon di dalam?” tanya Junsu
“ nona muda sedang beristirahat!” jawab salah seorang pengawal
“ aku mohon, aku berjanji tidak akan membangunkannya!” pinta Junsu, para pengawal yang sudah terbiasa melihat Junsu hanya mengangguk dan membiarkan Junsu masuk ke dalam kamar Jiwon.
Dilihatnya Jiwon terbaring di tempat tidur, bernafas pelan. Wajahnya yang pucat terlihat tenang. Dia baru pulang dari thailand ketika mendapat telfon dari ibunya bahwa Jiwon mengidap kanker lambung dan dia memutuskan untuk langsung datang.
“ kau!” gumam Junsu pulan dan duduk di sebelah Jiwon, dilihatnya Jiwon yang terbaring tenang “ kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal Jiwon? Apa aku orang asing bagimu? Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau baru membiarkan aku tau sekarang! Kau menyebalkan sekali!!” kata Junsu menitihkan airmata
Dia marah karena dia tidak menyadarinya lebih awal. Dia marah karena tidak berusaha mencari tahu. Digenggamnya erat tangan Jiwon dan tidak henti-hentinya dia minta maaf padanya.
--
Jiwon keluar dari kamar mandi dengan bantuan dua pelayan yang membantunya memakai baju, pandangannya sudah agak kabur sekarang, jadi dia membutuhkan seseorang untuk menuntunnya berjalan.
“ aku mau sarapan di bawah saja hari ini.” Gumam Jiwon
“ tapi nona..”
“ tidak jangan membantahku!” kata Jiwon
“ aigooo.... kau masih juga memarahi orang-orang yang ada di sekitarmu nuna!” gumam Changmin,Jiwon terdiam menoleh ke sumber suara dan samar-samar dilihatnya Changmin yang berdiri di pintu
“ minnie?” tanya Jiwon memastikan
“ tentu saja, kau kira TOP bigbang yang datang!” kata Changmin melangkah menghampiri Jiwon “ biar aku yang membantunya!” kata Changmin pada pelayan yang mundur memberi jalan padanya
“ apa yang kau lakukan disini?” tanya Jiwon senang, airmata bahagia meluncur dari sudut matanya
“ apa lagi, aku ingin bertemu nunaku, ayo kita sarapan. Eomma ada dibawah!” kata changmin tersenyum
“ jinjja? Eomma juga ada disini?” tanya Jiwon senang
“ mm, jadi ayo! Sini aku yang akan membantumu berjalan mulai sekarang!”
jaejoong berjalan menghampiri Jiwon dan memeluknya langsung ketika melihat Jiwon datang bersama changmin. Dia tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Jiwon, diciuminya sekujur wajah Jiwon.
“ maafkan eomma sayang!” kata jaejoong, memeluk jiwon erat
“ aniya, aku yang harusnya menemukan eomma duluan!” gumam Jiwon tersenyum
“ ja! Ayo semuanya, nanti makanannya jadi dingin loh!” kata Mrs. Jung tersenyum
“ hari ini, bagaimana kalau kita bermain nuna? Sampai puas!” usul Changmin
“ minnie, jangan mengusulkan hal yang aneh-aneh!” tegur jaejoong
“ tidak, aku mau main! Tentu saja! Eomma, nenek berhenti memperlakukanku seperti orang sakit!” marah Jiwon pada jaejoong dan Mrs. Jung. Changmin tertawa sementara Mrs. Jung dan jaejoong pun Juga
“ baiklah, kalian boleh bermain, tapi hanya di dalam rumah!” balas Mrs. Jung
Changmin dan Jiwon mengangguk senang, Mrs. Jung tersenyum lebar melihat betapa miripnya Jiwon dan Changmin.
Bermain kartu, berkebun, atau juga menonton Tv bersama. Hal itu dilakukan oleh Jiwon dan changmin. Jaejoong dan Mrs. Jung mengawasi mereka dan terkadang ikut bergabung. Mrs. Jung senang, belum pernah dia merasakan suasana sehangat ini di rumahnya. Andai dia menyadari kesalahannya lebih cepat, dia tidak akan membiarkan kebahagiaan ini lenyap.
Junsu datang bersama dengan istrinya untuk bergabung di acara makan malam. Dengan senyum manis Jiwon menyambutnya, membuat Junsu tidak tega untuk memarahinya.
Pesta barbeque kecil-kecilan diadakan malam itu untuk merayakan semuanya, mungkin dengan cara ini Jiwon bisa lebih sehat.
“ nuna, duduk disini!!” kata Changmin membantu Jiwon duduk diantara eomma dan neneknya
“ sebentar lagi, kembang apinya akan terlihat!” kata Junsu yang duduk bersama dengan mereka. Beberapa pelayan membantu menyulut kembang api.
“ WWWWOOOOWWW!!!”
“ Jiwonnie kau lihat?” tanya jaejoong memeluk Jiwon
“ cantik seperti eomma!” gumam Jiwon tersenyum, jaejoong tertawa
“ aigoo~~ anak eomma pintar memuji!” katanya dan memeluk Jiwon, Jiwon menutup matanya tersenyum, merasakan kehangatan pelukan eommanya yang sudah lama diinginkannya.
Dia melakukan banyak hal hari ini, bermain air dengan changmin, mananam pohon, memelihara ikan, bermain bola dengan Junsu, meskipun dia hanya bisa menyaksikan dari pinggir lapangan dan juga menjadi teman dengan istri Junsu. Dia terlihat sangat bahagia, bisa bercanda dengan changmin dan melakukan hal gila bersamanya selama beberapa hari ini.
Mrs. Jung senang, keputusannya untuk membawa Jaejoong dan changmin tidak salah.
--
Jiwon berjalan pelan memasuki kamar changmin. Perlahan ditutupnya pintu kamar changmin dan dia berbaring disamping changmin, memeluknya.
“ mmm....” changmin bergerak di dalam tidurnya, setengah bangun
“ minnie, kau tidur?” tanya Jiwon lembut
“ apa yang nuna lakukan disini?” tanya changmin setengah sadar
“ aku ingin tidur disini, nyanyikan aku lagu!” pinta Jiwon
“ aaahh... aku capek nuna!”
“ ayolah, hanya sekali! Kau tidak pernah menyanyi untukku kan?”
“ sirheo! Aku tidak mau!”
“ ayolah minnie, aku tidak bisa tidur!” kata Jiwon
“ araseo, araseo!” gerutu changmin pada akhirnya, dia bergumam pelan menyanyikan lagu Kiss the baby sky by DBSK. Jiwon tersenyum lembut mengeryapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya tertidur pulas. Nafasnya pelan, pelan dan semakin pelan.
--
Changmin membuka matanya, cahaya matahari yang menerobos masuk ke dalam kamar dan menimpa wajahnya membuatnya terbangun. Dirasakannya Jiwon masih tidur disebelahnya, lengannya masih memeluk changmin. Changmin tersenyum, perlahan dia bangkit dan melihat Jiwon.
“ nuna!” panggilnya pelan,
Tubunya ambruk di sampik tempat tidur, tidak bergerak dan pandangan matanya terfokus pada jiwon. Changmin duduk disana, berlutut di samping tempat tidurnya melihat Jiwon yang tertidur dengan pulasnya.
“ nuna!”
Panggilnya lagi, Jiwon tidak bergerak. Diarasakannya pipinya basah oleh airmatanya sendiri. Changmin tidak bergerak dari posisinya, hanya memandang Jiwon yang terlihat sangat cantik di atas tempat todur. Airmata mengalir deras dari matanya.
“ kenapa kau tidak bangun nuna? Kau mau aku memukulmu sampai kau bangun?” tanya changmin pelan “ kau sudah berjanji padaku kan? Hari ini kau akan bersepeda bersamaku! Nuna bangun!” katanya lagi
Pintu kamar changmin menjeblak terbuka, jaejoong masuk ke kamar Changmin mencari Jiwon karena dia tidak menemukan Jiwon di kamarnya. Dilihatnya changmin yang berlutu disamping tempat tidurnya dengan Jiwon diatasnya, menangis tersedu.
“ minnie!” panggil jaejoong pelan
“ eomma! Bangunkan jiwon nuna! Dia tidak mau bangun, dia berjanji akan naik sepeda bersamaku hari ini, bangunkan dia eomma!” pinta Changmin
jaejoong membeku di tempatnya, melihat tubuh Jiwon yang sudah tidak bergerak. Airmatanya mengalir tak terhankan. Tubuhnya jatuh ke lantai, beberapa pelayan segera masuk dan mengecek mendengar suara tangisan jaejoong, termasuk juga Mrs. Jung. Pak jang menahan tubunya ketika dia menangis melihat cucu kesayanganya terbujur kaku di depannya.
--
Junsu turun dari kamarnya, tersenyum melihat ibunya yang memegang telfon. Melihat Junsu dengan mata berkaca-kaca.
“ eomma? Apa yang terjadi?” tanya Junsu
“ J-Junsu ah.. Jiwon.. Jiwonku pergi! Dia pergi Junsu ah!!” jawab Mrs. Kim, Junsu membelalakkan matanya kaget, baru kemarin dia membuat tart bersama Jiwon. Junsu diam ditempatnya, segera setelah dia sadar dia berlari keluar rumah mengambil kunci mobil dan secepatnya mengendarai mobilnya ke rumah Jiwon
--
Cinta itu tidak memandang status, cinta itu hangat. Siapapun dirimu, bagaimanapun keadaanmu, tidak ada orang di dunia ini yang tidak berhak menerima cinta. Cinta itu hangat, kadang hangat menyakitkan tapi kadang hangat yang menenangkan. Aku mencintai ibuku sampai kapanpun, siapapun dia, diamanapun dia, meskipun aku tidak pernah bertemu dengannya, hanya dia yang mampu menyelimuti tubuh dinginku dengan kehangatan cinta abadi. Hatiku adalah ibuku, jiwaku adalah keluargaku
-Jung Jiwon-
Fin!
No comments:
Post a Comment